Analisis Kesulitan Siswa dalam Menggunakan Unggah-Ungguh Basa Jawa di SMP IT Bina Amal Semarang
Main Article Content
Abstract
The use of unggah-ungguh basa Jawa (Javanese speech levels) is a crucial aspect of Javanese language learning because it is closely related to social norms, politeness, and Javanese cultural identity. However, observations conducted at SMP IT Bina Amal Semarang indicate that many students still experience difficulties in applying unggah-ungguh basa Jawa, particularly in selecting appropriate vocabulary and using it in everyday communication contexts. This study aims to describe the difficulties faced by students in applying Javanese speech levels based on four main aspects, namely language knowledge, speaking ability, affective factors, and the learning environment. By employed a descriptive quantitative research design, this study involving 30 selected students. Data were collected using a questionnaire consisting of 20 statements and were analysed using a descriptive quantitative approach through the calculation of mean scores and percentages. The results reveal that the level of difficulty experienced by students in the aspect of language knowledge reached 64.55%, speaking ability 74.15%, affective aspects 66.00%, and the learning environment showed a relatively high level of difficulty at 81.80%. These findings indicate insufficient environmental support for the use of krama (polite Javanese) at home and in social interactions. The study concludes that students require more interactive, contextual, and applicative learning approaches to enable them to use unggah-ungguh basa Jawa more confidently and appropriately in various communicative situations
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Creswell, J. W. (2020). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dewanto, A. (2021). Penguatan penggunaan bahasa Jawa krama dalam interaksi sosial remaja. Jurnal Pendidikan Bahasa Daerah, 12(2), 115–128.
Djatmiko, R. H. (2021). Hubungan antara pemahaman konsep unggah-ungguh dan kemampuan berbicara siswa. Jurnal Linguistik Nusantara, 9(1), 44–56.
Gay, L. R., Mills, G. E., & Airasian, P. (2019). Educational research: Competencies for analysis and applications (12th ed.). Pearson.
Kartikasari, S. (2022). Pengaruh lingkungan keluarga terhadap kemampuan berbahasa Jawa krama siswa SMP. Jurnal Bahasa dan Budaya, 7(3), 201–213.
Latifah, N. (2021). Tantangan pembelajaran bahasa Jawa tingkat tutur di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(2), 89–98.
Lestari, F., & Fajri, A. (2023). Faktor psikologis siswa dalam pembelajaran bahasa daerah. Jurnal Psikologi Pendidikan Nusantara, 4(1), 55–67.
Nugraheni, S. (2022). Analisis kesulitan siswa dalam memahami unggah-ungguh basa Jawa. Jurnal Pendidikan Bahasa Daerah, 10(1), 72–84.
Poedjosoedarmo, S. (2012). Tingkat tutur dalam bahasa Jawa. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Rahayu, S., & Sari, D. K. (2020). Pengaruh kepercayaan diri terhadap kemampuan berbicara bahasa daerah siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa, 14(2), 133–142.
Rahmawati, T., & Pujiati, T. (2023). Strategi pembelajaran interaktif dalam meningkatkan kemampuan bahasa daerah. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(1), 22–34.
Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Subrata, A. (2016). Tata bahasa Jawa krama dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal Sastra Daerah, 3(2), 40–52.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.
Sumarsono. (2021). Pragmatik penggunaan bahasa Jawa krama pada remaja urban. Jurnal Linguistik Indonesia, 39(2), 150–162.
Supriyadi, A. (2020). Efektivitas pembelajaran tingkat tutur bahasa Jawa melalui metode latihan berulang. Jurnal Pendidikan Bahasa Daerah, 8(2), 120–132.